WORKSHOP PEMBAHASAN DAN PENYEMPURNAAN E-MODUL DAN VIDEO MATERI BELAJAR

By WinetSeven 12 Nov 2019, 19:45:45 WIB Nasional
WORKSHOP PEMBAHASAN DAN PENYEMPURNAAN E-MODUL DAN VIDEO MATERI BELAJAR

Sejak hari Selasa, tanggal 29 Oktober 2019 Direktorat Pembinaan SMA melaksanakan pembukaan Workshop Pembahasan dan Penyempurnaan e-Modul dan Video Materi Belajar. Workshop ini merupakan tindak lanjut dalam menilai dan menyeleksi produk e-Modul dan Video Materi Belajar produksi SMA Zonasi, yang akan disempurnakan pada kegiatan ini. Terdapat 839 e-Modul dan 302 Video Materi Belajar yang sudah terseleksi dan siap untuk dibahas dan disempurnakan. Mengundang 120 peserta dari unsur Instansi Sekolah, Dinas Pendidikan, dan Pustekkom Kemdikbud. Bertempat di Hotel Royal Padjadjaran, Bogor, kegiatan tersebut telah berlangsung selama 4 hari sampai dengan hari ini, Jum’at, 1 November 2019.

Kegiatan ini bertujuan untuk (1) Meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan e-Modul dan Video Materi Belajar pada Kurikulum 2013; (2) Menelaah kelengkapan substansi e-Modul dan Video Materi Belajar produksi SMA Zonasi; (3) Melakukan review dan evaluasi e-Modul dan Video Materi Belajar produksi SMA Zonasi.

Pada kesempatan pembukaan kegiatan tsb, tanggal 29 Oktober 2019 Bapak Direktur Pembinaan SMA berpesan ”Kita memiliki tiga hal yang menjadi prioritas pendidikan kita, yaitu: a)   Karakter: disiplin, etos kerja, tidak berbohong, dll. Pendidikan dalam keluarga sangat menentukan sekali. Keluarga merupakan pondasi pendidikan yang kuat. Ketulusan orang tua dalam mendidik anak sangat dibutuhkan untuk revolusi mental. Pernahkan orang tua mengatakan ketika mengantar anaknya ke sekolah: ‘Saya titipkan anak saya untuk dididik dan belajar bukan untuk membuat onar atau merusak lingkungan”. Artinya ada komitmen bersama yang dibangun sekolah dan orang tua/wali dalam membentuk karakter peserta didik. b) Link and Match yaitu kebutuhan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Kita punya usaha tetapi tidak punya tempat kerja, yang penting tidak mengganggu kerja wajibnya. Tidak harus pada industri besar, justru pelaksanaan K 13 yang mendorong 4C dapat link and match dengan dunia pendidikan dan dunia usaha. c) Masalah Efisiensi: termasuk dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu kegiatan kita kali ini merupakan bagian dari kreatifitas guru untuk dapat beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan bagi generasi milenial. Pondasi harus dimulai dari SD sampai Perguruan Tinggi. Anak-anak harus diberikan konsep materi yang disesuaikan dengan masalah dunia nyata. Kita belum mengajarkan kurikulum dengan benar. Perlunya perbaikan 8 Standar Pendidikan. Mari bersama membenahi kurikulum. Indonesia akan hebat sesuai dengan bonus demografi yang kita terima.”

Sumber : https://psma.kemdikbud.go.id/index/news_detail.php?id=MTU0Ng==




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment